KEPENULISAN BERBASIS BUDAYA 


Kamis, tanggal 14 Mei ada undangan masuk. Undangan aku lulus seleksi penulis tingkat Provinsi NTB yang diselenggarakan oleh Perpusda NTB. Aku tidak mengira tulisanku masuk nominasi. Tema Kepenulisan Berbasis Budaya. Menulis tentang budaya merupakan menulis paling sulit bagiku. Yah bagaimana tidak, aku dipaksa menulis budaya yang bukan milikku sendiri. Budaya Sasak, Lombok.

Memulai menulis darimana? Jujur kuakui tak banyak aku memiliki wawasan dan gambaran tentang budaya Sasak ini. Kucoba telusuri satu persatu budaya masyarakat sasak, ketemu 1 hal yang unik. Yaitu tradisi merariq. Tradisi menikah.  

Tema: Budaya Merariq

Merariq: Sakral Cinta dalam Tradisi Pernikahan Masyarakat Sasak di Lombok

Oleh Maria Ulfa

5 W 1 H

 

  1. What (Apa)
    Apa makna sakral cinta dalam tradisi pernikahan masyarakat Sasak Lombok?
  2. Who (Siapa)
    Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi pernikahan adat Sasak?
  3. When (Kapan)
    Kapan tradisi Merariq biasanya dilaksanakan dalam proses pernikahan masyarakat Sasak?
  4. Where (Di mana)
    Di mana tradisi pernikahan adat Sasak masih banyak dilestarikan di Lombok?
  5. Why (Mengapa)
    Mengapa tradisi pernikahan Sasak dianggap memiliki nilai sakral dan kehormatan budaya?
  6. How (Bagaimana)
    Bagaimana proses tradisi Merariq dalam pernikahan masyarakat Sasak Lombok berlangsung?
Apa saja 
  • What (Apa)
    Apa saja tahapan dalam tradisi pernikahan adat Sasak Lombok?
  • Who (Siapa)
    Siapa saja yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan tradisi Merariq?
  • When (Kapan)
    Kapan prosesi Nyongkolan dilaksanakan dalam rangkaian pernikahan adat Sasak?
  • Where (Di mana)
    Di mana biasanya prosesi adat pernikahan Sasak dilaksanakan?
  • Why (Mengapa)
    Mengapa masyarakat Sasak tetap mempertahankan istilah dan tata cara adat dalam pernikahan mereka?
  • How (Bagaimana)
    Bagaimana tata cara pelaksanaan tradisi Merariq beserta makna istilah-istilah adat di dalamnya?
  • Beberapa istilah adat yang bisa dibahas:

    • Merariq → prosesi membawa calon pengantin perempuan
    • Nyelabar → pemberitahuan kepada pihak keluarga perempuan
    • Sorong Serah → penyerahan adat
    • Nyongkolan → arak-arakan pengantin
    • Aji Krama → simbol nilai adat dan penghormatan keluarga

    Tahapan Tradisi Pernikahan Adat Sasak

    1. Midang (Pendekatan)

    Tahap awal ketika laki-laki datang berkunjung untuk mengenal perempuan yang akan dipinang. Proses ini menjadi bentuk pendekatan dan keseriusan hubungan.

    2. Merariq

    Merariq adalah prosesi membawa calon pengantin perempuan ke rumah pihak laki-laki. Tradisi ini sering disebut “kawin lari”, tetapi sebenarnya dilakukan berdasarkan kesepakatan kedua calon mempelai.

    3. Mesejati / Nyelabar

    Pihak keluarga laki-laki memberi kabar kepada keluarga perempuan bahwa anak mereka sudah dibawa secara adat dan akan dinikahkan. Tahap ini penting untuk menjaga kehormatan keluarga.

    4. Selabar

    Pertemuan antar keluarga untuk membicarakan rencana pernikahan, waktu akad, serta urusan adat lainnya.

    5. Sorong Serah Aji Krama

    Prosesi penyerahan simbol adat dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Tahapan ini menunjukkan tanggung jawab, penghormatan, dan kesungguhan pihak laki-laki.

    6. Akad Nikah

    Prosesi pernikahan secara agama Islam dilaksanakan di hadapan penghulu dan saksi.

    7. Nyongkolan

    Arak-arakan pengantin menuju rumah keluarga perempuan dengan iringan musik tradisional seperti gendang beleq. Prosesi ini menjadi simbol pengumuman resmi kepada masyarakat bahwa kedua mempelai telah menikah.


    7

    8. Begawe

    Acara syukuran atau pesta adat yang diadakan keluarga sebagai ungkapan rasa bahagia dan syukur atas pernikahan.


  • Comments

    Popular posts from this blog