Menyusun Presentasi yang Menarik


  • Cara Presentasi untuk Menarik Minat dan Antusiasme Audiens
  • Do & Don't saat Presentasi
  • Tips untuk Meningkatkan Skill Presentasi
    • 1. Latihan Berbicara di Depan Cermin
    • 2. Pelajari Cara Berkomunikasi yang Baik
    • 3. Mengikuti Kelas Kursus Pelatihan Presentasi
    • Cara Presentasi untuk Menarik Minat dan Antusiasme Audiens

      1. Kuasai Konten Presentasi

      Seorang presenter wajib menguasai konten atau materi presentasi sebelum mengutarakannya di hadapan publik. Jadi menyusun konten presentasi, mulai dari pembukaan, isi, penutup sangatlah penting dan harus dipersiapkan dengan matang.

      Selain itu, seorang presenter juga harus menguasai setiap kerangka presentasi yang akan disajikan ke para pendengar. Dengan kata lain, presenter perlu memahami setiap segmen, sehingga benar-benar menguasai jalannya presentasi. Jika memahami materi dengan baik, maka alur presentasi akan berjalan secara alami (mengalir apa adanya).

      2. Hindari Menggunakan Teks yang Panjang di Setiap Slide

      Ingat bahwa presentasi artinya memaparkan apa yang telah kamu kuasai, sehingga tidak perlu membuat teks yang panjang dan rumit dalam setiap slide power point atau PPT.

      Mengapa demikian? Teks yang panjang tersebut akan membuat audiens merasa pusing, bahkan tidak fokus mendengarkan penjelasan kamu, karena perhatian mereka akan terdistraksi dengan seluruh paragraf yang ada di slide.

      Alih-alih menulis teks yang panjang dan memenuhi slide presentasi, sebaiknya dalam satu slide itu kamu sisipkan gambar atau ilustrasi serta poin penting berupa penjelasan singkat. Setelah itu, barulah kamu menjelaskan apa yang telah kamu pelajari kepada audiens.

      3. Sebaiknya Satu Slide Diisi oleh Satu Topik

      Sebaiknya dalam satu slide presentasi diisi dengan satu topik supaya audiens mudah memahami, presentasi berjalan secara runut, dan lebih cepat dalam mencerna materi yang disampaikan oleh presenter.

      Hindari membicarakan dua topik dalam satu slide karena akan membuat audiens kebingungan dan informasi menjadi bias.

      4. Mainkan Ekspresi Wajah

      Sebagai seorang presenter, kamu juga harus mencari cara agar audiens langsung mengarahkan pandangan serta perhatiannya kepadamu saat berdiri di hadapan mereka semua. Nah, salah satunya adalah memainkan ekspresi wajah.

      Tahukah kamu? Ekspresi wajah memainkan peran penting dalam setiap presentasi karena apa yang kamu tampakkan di depan publik akan mempengaruhi mood mereka serta situasi di dalam ruangan.

      Misalnya saja, kamu memasang wajah serius saat mempresentasikan topik bisnis. Sebaliknya, kamu memasang ekspresi duka yang mendalam saat di upacara pemakaman.

      5. Perhatikan Kontak Mata terhadap Audiens

      Salah satu aspek penting dalam komunikasi adalah menjaga kontak mata dengan orang-orang yang kita ajak bicara, begitu pula saat melakukan presentasi. Ya, ketika memaparkan materi atau menjelaskan opinimu di hadapan audiens, cobalah untuk menatap mata mereka sehingga terjadi komunikasi dua arah.

      Namun jika grogi, kamu tidak harus langsung menatap mata mereka, tetapi tataplah bagian tengah atau alis, sehingga audiens tetap merasa dirinya dihargai dan dilihat.

      6. Jaga Postur Tubuh Saat Berdiri di Depan Audiens

      Cara presentasi yang baik selanjutnya adalah menjaga postur tubuh karena akan mempengaruhi intonasi suara, mimik wajah, dan beberapa hal detail lainnya. Jadi, pastikan kamu tetap berdiri tegak dan jangan membungkukkan badan ya, karena akan memberikan kesan tidak percaya diri di mata audiens.

      Perhatikan juga posisi tangan saat menjelaskan materi. Misalnya, jangan memainkan, meletakkan, atau mengepalkan tangan di depan maupun belakang badan. Buatlah tubuh kamu rileks supaya audiens juga merasa menikmati jalannya presentasi.

      7. Berusaha Mengontrol Suara dan Artikulasi

      Tidak dapat dipungkiri jika saat melakukan presentasi terkadang seorang presenter sulit mengendalikan artikulasi suaranya karena mungkin gugup atau lupa dengan beberapa materi.

      Padahal artikulasi sangat mempengaruhi ritme presentasi dan jalannya penyampaian informasi. Namun jika suara terlalu nyaring atau keras juga akan membuat audiens merasa kurang nyaman, jadi rileks saja.

      Nah, untuk mencegah hal seperti itu terjadi, cobalah untuk terus melatih artikulasi suaramu secara autodidak atau mengikuti kelas kursus teknik presentasi yang ada di Indonesia.

      8. Senantiasa Memperhatikan Penampilan

      Hampir seluruh audiens akan memperhatikan penampilanmu saat tampil di depan mereka. Terutama audiens dari kalangan wanita. Jadi, sesuaikan baju/pakaian/outfit yang kamu kenakan dengan situasi yang kamu hadapi.

      Contoh saja, kamu mengenakan pakaian serba hitam saat memberikan pidato atau sambutan di acara pemakaman sebagai bentuk keprihatinan. Sementara itu, saat acara rapat di kantor dengan klien, kamu memakai pakaian formal berupa jas lengkap dengan tampilan rambut yang rapi & wangi agar meninggalkan kesan yang positif.

      Itulah cara presentasi yang baik untuk menarik audiens. Sekarang saatnya, kamu memperhatikan segala hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika presentasi pada pembahasan selanjutnya.

      Do & Don’t saat Presentasi

      Apa yang diperbolehkan dan tidak saat presentasi?

      • Hindari menggunakan desain slide atau konten power point yang terlalu ramai, sehingga membuat audiens  sulit membaca isi teks singkat di dalamnya.
      • Sebagai presenter kamu harus menyampaikan maksud dan tujuan presentasi agar audiens termotivasi.
      • Seorang presenter juga wajib mempelajari cara membuat PPT yang menarik supaya konten tidak terkesan monoton dan membosankan bagi audiens.
      • Gunakan contoh kalimat pembuka presentasi yang menarik. Misalnya saja menggunakan kutipan/quotes.
      • Buat kalimat penutup presentasi yang mengesankan. Bisa dengan mengucapkan pantun, kutipan, kalimat inspiratif, dan sebagainya.
      • Saat di tengah-tengah presentasi cobalah melempar pertanyaan kepada audiens agar suasana di dalam ruangan lebih meriah dan ‘hidup’.
      • Cantumkan data yang valid untuk meyakinkan audiens, supaya mereka merasa apa yang kamu sampaikan benar adanya dan bukan sekadar opini belaka.
      • Atur mimik wajah dan hindari memasang muka cemberut karena akan membuat audiens merasa tidak dihargai.
      • Tunjukkan jiwa yang percaya diri, penuh semangat, dan ceria di hadapan audiens. Kecuali jika kamu sedang berada di acara kedukaan.
      • Atur penampilan agar tampak menarik dan menyenangkan. Mulai dari memperhatikan outfit yang dikenakan, tampilan rambut, bau badan, dan sejenisnya.

      Selain beberapa poin di atas, kamu bisa membacanya kembali secara detail pada pembahasan sebelumnya tentang cara presentasi yang baik untuk menarik audiens.

      Tips untuk Meningkatkan Skill Presentasi

      Bagi kamu yang ingin meningkatkan skill presentasi, cobalah lakukan dua hal di bawah ini:

      1. Latihan Berbicara di Depan Cermin

      Cara Presentasi Yang Baik Dan Benar Dengan Power Point
      Lihat Cermin Dan Mulailah Presentasi

      Salah satu cara untuk mengasah kemampuan dalam presentasi adalah berbicara di depan cermin dan bayangkan kamu sedang berdiri di hadapan banyak orang. Kemudian, cobalah untuk mengatur napas, mengatur mimik wajah, gerakan tubuh terutama tangan, lalu rekam menggunakan kamera HP.

      Setelahnya kamu bisa melihat rekaman video kamu berbicara di depan cermin dan lakukan evaluasi secara mandiri. Misalnya saja, pemilihan kata yang kamu gunakan kurang tepat, maka di sesi latihan kedua kamu bisa menggantinya dengan yang lebih baik.

      2. Pelajari Cara Berkomunikasi yang Baik

      Cara Presentasi Yang Baik Dan Menarik
      Seringlah Ngobrol Dengan Teman Untuk Melatih Skill Berkomunikasi

      Kunci keberhasilan dari presentasi bukan hanya terletak pada materi yang dibawakan, akan tetapi cara berkomunikasi seorang presenter di depan para audiens.

      Lantas, bagaimana cara melatih skill berkomunikasi? Kamu bisa memulainya secara autodidak dengan sering mendengarkan curhatan teman dan memberikan saran.

      Selain itu, agar caramu berbicara dalam menyampaikan sesuatu lebih mahir lagi, cobalah untuk mengikuti kursus online pelatihan komunikasi dan perhatikan beberapa hal yang harus kamu pelajari.

      3. Mengikuti Kelas Kursus Pelatihan Presentasi

      Cara Presentasi Yang Baik Di Depan Umum
      Ikut Kelas Pelatihan Presentasi Bisa Jadi Opsi Terbaik Lho!

      Ada satu lagi cara paling jitu untuk mengasah skill presentasi kamu dari yang semula seorang pemula menjadi presenter handal yakni dengan mengikuti kursus pelatihan presentasi yang efektif. Sebab, dalam satu kali kursus tersebut kamu akan mempelajari beberapa hal, seperti:

      • Dasar-dasar presentasi
      • Penyusunan materi/konten/desain slide power point
      • Cara mengesankan audiens
      • Cara memikat audiens agar tidak mengantuk atau merasa bosan saat menyimak presentasi
      • Cara mengoptimalkan pembukaan, isi, hingga penutup presentasi
      • Tips menjaga penampilan dan gesture tubuh, dan sebagainya

      Bagaimana memulai presentasi persuasif yang sukses?

      1.   Mulai presentasi Anda dengan menarik. Pengantar yang baik menentukan keberhasilan awal presentasi. Waktu menjelang awal presentasi adalah waktu yang paling penting untuk setiap presentasi. Awal yang hebat dapat menjadi daya tarik untuk presentasi dan ini dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa contoh menarik, situasi nyata, atau kutipan selebriti untuk menarik minat audiens.  

      Misalnya, "Menurut studi 2019 oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, hanya sekitar 12% warga Amerika yang disurvei memenuhi asupan buah harian mereka, dan hari ini saya di sini untuk membicarakan bagaimana mendapatkan nutrisi dengan makan buah. "

      2.   Bangun koneksi dengan audiens Anda. Audiens target untuk presentasi adalah audiens kita. Kita perlu memahami audiens kita dan mengetahui apa yang mereka perjuangkan, kebutuhan dan kekhawatiran mereka, untuk membentuk konten presentasi dan beresonansi dengan audiens. Presenter juga dapat terhubung dengan audiens dengan pertanyaan, diskusi, dan mungkin bahkan acara yang menyenangkan!

      Misalnya, jika audiens Anda adalah remaja, Anda bisa memilih beberapa buah yang melindungi penglihatan. Selama presentasi, Anda bisa bertanya kepada audiens apakah mereka menggunakan mata mereka terlalu banyak, dll., dan beralih ke topik buah perawatan mata. Jika memungkinkan, Anda bisa membagikan beberapa buah secara langsung.

      3.   Buat PowerPoint yang jelas dan konsisten. PowerPoint dengan gaya yang tidak konsisten tidak akan mendapatkan nilai A untuk presentasi! Halaman yang tertata dengan baik dan skema warna yang menyenangkan akan menarik perhatian pendengar pada pertemuan pertama. PowerPoint dengan konsistensi dalam gaya juga menyampaikan pesan dengan lebih baik. Yang lebih penting, tidak ada yang suka melihat slide yang penuh dengan konten!

      Misalnya, Anda dapat memilih slide dengan tipografi sederhana dan gaya warna hangat dalam presentasi Anda tentang berbagi buah. Ketika Anda ingin menyajikan fungsi satu buah, seperti apel, akan lebih jelas untuk menunjukkan kata kunci, seperti menurunkan kolesterol, menenangkan pikiran, memudahkan tidur, dan mengurangi kelelahan.  

      4.   Gunakan alat bantu visual untuk mendukung ide-ide Anda. Anda dapat menggunakan visual seperti slide, grafik, diagram, gambar, dan video untuk meningkatkan presentasi Anda dan memperkuat poin-poin kunci Anda. Ingatlah untuk menjaga visual Anda tetap sederhana, menarik secara visual, dan sesuai dengan pesan Anda. Misalnya, tambahkan beberapa foto buah yang ingin Anda bicarakan.  

      5.    Percaya diri dalam presentasi. Dalam presentasi persuasif, tujuan utama kita adalah meyakinkan audiens dan mengajak mereka untuk bertindak. Sebagai pembicara, cara meyakinkan audiens adalah isu kunci. Umumnya, percaya diri dapat membantu kita memiliki presentasi yang lebih baik. Untuk mencapainya, latih presentasi Anda beberapa kali dan kenali  

      6.   Tutup dengan ajakan untuk bertindak yang kuat. Akhirnya, akhiri presentasi Anda dengan ajakan untuk bertindak yang jelas dan meyakinkan. Nyatakan dengan jelas apa yang Anda inginkan agar audiens lakukan selanjutnya, apakah itu untuk melakukan pembelian, mendukung suatu penyebab, atau mengubah perilaku. Buatlah mudah bagi audiens untuk mengambil tindakan yang diinginkan.

      Misalnya, “Karena kita telah membahas pentingnya makan buah, saya mendorong kalian semua untuk mengambil langkah proaktif untuk meningkatkan kesehatan kalian. Sertakan lebih banyak buah sehat dalam diet Anda. Kesehatan Anda adalah aset terbesar Anda.”


Comments

Popular posts from this blog