Rencana kegiatan lesen study 2025
Tujuan Utama Lesson Study dalam Pembelajaran
Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
Guru merancang pembelajaran yang lebih baik melalui kolaborasi.
Fokus pada bagaimana siswa belajar, bukan hanya bagaimana guru mengajar.
Meningkatkan Profesionalisme Guru
Guru belajar dari guru lain (peer learning)
Ada kesempatan untuk saling memberi masukan, refleksi, dan perbaikan.
Meningkatkan Pemahaman Guru tentang Proses Belajar Siswa
Guru mengamati bagaimana siswa berpikir, berdiskusi, dan menyelesaikan tugas.
Data dari hasil observasi dipakai untuk memperbaiki pembelajaran.
Mendorong Budaya Refleksi dan Kolaborasi
Guru tidak bekerja sendiri, tetapi bersama-sama merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran.
Refleksi dilakukan berdasarkan bukti nyata, bukan asumsi.
Menghasilkan Praktik Baik (Best Practice) yang Bisa Dibagikan
Dari proses Lesson Study, akan muncul model pembelajaran, strategi, atau kegiatan yang terbukti efektif.
Praktik baik ini bisa ditiru guru lain di sekolah atau bahkan di luar sekolah.
�� Ringkasnya:
Tujuan utama Lesson Study adalah meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru melalui kolaborasi, observasi, dan refleksi dengan berfokus pada proses belajar siswa.
1. PLAN (Perencanaan)
Kolaborasi antar guru: Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia bekerja sama dengan guru lain (misalnya seni budaya/TIK) untuk menyusun rencana pembelajaran.
Langkah Plan:
Menentukan tujuan pembelajaran → siswa dapat membuat teks iklan persuasif untuk promosi makanan tradisional.
Menyusun skenario pembelajaran berbasis proyek (PjBL).
Membuat instrumen observasi (untuk melihat aktivitas belajar siswa, bukan kinerja guru).
Menentukan siapa yang akan menjadi guru model (pengajar di kelas).
2. DO (Pelaksanaan)
Guru model mengajar sesuai RPP yang telah disepakati.
Guru lain sebagai observer tidak ikut campur, hanya mengamati:
Bagaimana siswa memahami materi.
Bagaimana siswa bekerja sama dalam kelompok.
Bagaimana siswa mengekspresikan ide (menulis iklan/poster/video).
Contoh kegiatan di kelas:
Guru memotivasi siswa dengan menampilkan contoh iklan makanan tradisional.
Siswa dibagi kelompok, memilih makanan tradisional.
Siswa membuat teks iklan + media promosi (poster/video).
Siswa mempresentasikan hasil proyek.
3. SEE (Refleksi)
Setelah pembelajaran, semua guru (guru model + observer) berkumpul untuk refleksi.
Hal yang didiskusikan:
Apa yang terlihat dari siswa (aktif/tidak, antusias/tidak, bekerja sama/tidak).
Apakah tujuan pembelajaran tercapai.
Apa kekuatan pembelajaran.
Apa kendala yang muncul dan bagaimana solusinya.
Guru model tidak dikritik, tetapi semua fokus pada bagaimana siswa belajar.
�� Kesimpulan:
Dengan Lesson Study, guru bisa memperbaiki pembelajaran berdasarkan bukti nyata, bukan asumsi. Siswa lebih terpantau, guru lebih reflektif, dan hasil pembelajaran lebih bermakna.
Instrumen Penilaian Presentasi Kelompok
Identitas
Nama Kelompok yang Dinilai : ………………………………
Nama Penilai : ………………………………
Tanggal : ………………………………
Petunjuk
Beri tanda centang (✔) pada kolom skor sesuai dengan penilaian Anda.
Keterangan Skor:
1 = Kurang sekali | 2 = Kurang | 3 = Baik | 4 = Sangat Baik
Lembar Penilaian
No | Aspek yang Dinilai | Indikator | 1 | 2 | 3 | 4 |
1 | Isi Materi | Relevan, jelas, lengkap | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ |
2 | Penyampaian | Lancar, ekspresif, meyakinkan | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ |
3 | Kreativitas Media | Menarik, kreatif, inovatif | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ |
4 | Kerja Sama Tim | Kompak, peran merata | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ |
5 | Interaksi dengan Audiens | Komunikatif, mampu menjawab pertanyaan | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ |
Total Skor = ……… / 20
Nilai Akhir = (Total Skor ÷ 20) × 100
Catatan/Apresiasi untuk Kelompok yang Dinilai:
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
Format Refleksi Guru
Identitas
Kelas : ………………………………
Mata Pelajaran : ………………………………
Materi : ………………………………
Tanggal : ………………………………
Pertanyaan Refleksi Guru:
1. Apakah tujuan pembelajaran hari ini tercapai? (Ya/Tidak, jelaskan alasannya)
……………………………………………………………………………………
2. Bagian pembelajaran mana yang berjalan dengan baik?
……………………………………………………………………………………
3. Bagian pembelajaran mana yang kurang efektif? Mengapa?
……………………………………………………………………………………
4. Bagaimana keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran?
……………………………………………………………………………………
5. Apa rencana perbaikan atau tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya?
……………………………………………………………………………………
1.
�� Refleksi Singkat Siswa
Nama : …………………………………
Kelas : …………………………………
Tanggal : …………………………………
Pertanyaan Refleksi
1. Hal apa yang paling saya pahami dari pelajaran hari ini?
.............................................................................
2. Hal apa yang masih membingungkan bagi saya?
.............................................................................
3. Bagaimana perasaan saya mengikuti pelajaran hari ini?
(Senang / Biasa saja / Kurang bersemangat – beri alasan singkat)
.............................................................................
Catatan temuan biasanya ditulis deskriptif, faktual, dan spesifik berdasarkan apa yang terlihat dan terdengar, bukan penilaian subjektif. Jadi bukan “guru kurang tegas”, tetapi “guru memberi instruksi, namun sebagian siswa masih berbicara sendiri”.
�� Cara Membuat Catatan Temuan
Gunakan format waktu/kronologi → tulis sesuai urutan kegiatan (awal, inti, penutup).
Catat perilaku nyata guru maupun siswa.
Tulis singkat & jelas (bullet point atau kalimat pendek).
Bedakan fakta & interpretasi → tulis fakta dulu, interpretasi bisa ditambahkan di bagian refleksi.
✨ Contoh Catatan Temuan Observer
Kegiatan Awal
Guru membuka pelajaran dengan salam, siswa merespons dengan kompak.
Guru menayangkan gambar makanan tradisional sebagai apersepsi.
Sebagian siswa tampak antusias, beberapa masih bercakap dengan teman.
Tujuan pembelajaran disampaikan, namun tidak semua siswa memperhatikan.
Kegiatan Inti
Guru membagi siswa menjadi 5 kelompok, sebagian kelompok bergerak cepat, sebagian lain masih kebingungan.
Siswa mulai berdiskusi menentukan produk makanan yang akan dipromosikan.
Guru mendatangi kelompok, memberi arahan, dan menjawab pertanyaan siswa
Beberapa siswa aktif bertanya, namun ada juga yang hanya diam mengikuti teman.
Media PowerPoint ditampilkan, jelas, tetapi siswa di barisan belakang tampak kurang fokus.
Kegiatan Penutup
Guru meminta perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusi.
2 kelompok presentasi cukup lancar, 1 kelompok masih terbata-bata.
Guru memberikan apresiasi berupa pujian “bagus” dan “hebat”.
Refleksi singkat dilakukan, siswa menuliskan hal yang mereka pelajari hari ini.
Guru menutup dengan salam, siswa menjawab dengan serentak.
�� Dengan model catatan seperti ini, temuan bisa dipakai sebagai bahan refleksi untuk:
Apa yang sudah baik (strength).
Apa yang masih perlu ditingkatkan (area for improvement).
Contoh Catatan Temuan Observer
Identitas
Nama Guru yang Diamati : Ibu A
Kelas : XII IPS 1
Materi : Promosi Makanan Tradisional
Tanggal : 15 September 2025
Observer : Ibu B
Tabel Hasil Observasi
Tahap Kegiatan | Temuan (Fakta yang Diamati) | Komentar Singkat / Catatan Penting |
Awal | - Guru memberi salam, siswa menjawab dengan kompak. | Apersepsi menarik, mengaitkan dengan budaya lokal. Perlu strategi tambahan untuk mengondisikan siswa yang belum fokus. |
Inti | - Guru membagi siswa dalam 5 kelompok, masing-masing diminta memilih makanan tradisional untuk dipromosikan. | Diskusi berjalan cukup baik, keterlibatan siswa mayoritas tinggi. Perlu perhatian khusus pada kelompok pasif. Penggunaan media sudah baik, tapi posisi tempat duduk memengaruhi keterlihatan. |
Penutup | - Guru meminta setiap kelompok menyebutkan secara singkat produk yang dipilih dan strategi promosinya. | Presentasi sudah melibatkan mayoritas siswa. Refleksi cukup sederhana, bisa dikembangkan agar lebih menggali pemahaman siswa. |
Catatan Khusus | - Sebagian siswa tampak antusias karena merasa dekat dengan tema (makanan tradisional yang mereka kenal). |
|
Contoh Komentar Lingkungan belajar
“Lingkungan belajar yang Ibu/Bapak ciptakan sudah sangat baik, terlihat dari cara siswa merasa nyaman saat diskusi kelompok. Hal ini menunjukkan adanya suasana belajar yang inklusif dan kolaboratif.”
“Penggunaan media digital dalam langkah inti pembelajaran sudah mendukung terciptanya lingkungan belajar yang modern dan menarik. Siswa jadi lebih antusias saat membuat poster promosi.”
“Lingkungan sosial dan emosional tampak terjaga, karena guru memberi ruang pada siswa untuk menyampaikan pendapat tanpa takut disalahkan. Ini membantu menumbuhkan rasa percaya diri.”
“Akan lebih baik jika lingkungan belajar fisik lebih divariasikan, misalnya membawa siswa ke lapangan atau pasar lokal, agar mereka bisa melihat langsung konteks ide bisnis yang dipelajari.”
Contoh Komentar kemitraan pembelajaran
Positif
“Kemitraan antara guru dan siswa terlihat jelas ketika guru mendampingi setiap kelompok, bukan hanya memberi instruksi, sehingga siswa merasa terbimbing.
“Kerja sama antar siswa sangat baik, mereka saling berbagi tugas sesuai kemampuan. Hal ini mencerminkan adanya kemitraan kolaboratif yang sehat.”
“Langkah pembelajaran sudah melibatkan pihak luar, seperti wawancara dengan pedagang lokal, sehingga kemitraan pembelajaran terasa lebih kontekstual dan nyata.”
�� Contoh Komentar Perbaikan
“Kemitraan siswa-siswa sudah cukup baik, namun perlu ada penguatan agar semua anggota kelompok berperan aktif, bukan hanya satu atau dua orang.”
“Akan lebih baik jika kemitraan dengan pihak luar lebih dimaksimalkan, misalnya menghadirkan pelaku usaha sebagai narasumber dalam kelas.”
“Guru dapat lebih memberi ruang agar siswa menemukan solusi sendiri, sehingga kemitraan guru-siswa terasa lebih setara.”
Contoh komentar pemanfaatan digital yang diimplementasikan sudah tergambar dalam
Contoh Komentar Positif
“Pemanfaatan media digital dalam pembelajaran sudah sangat baik, terlihat dari penggunaan Canva untuk membuat poster promosi yang membuat siswa lebih kreatif dan antusias.”
“Penggunaan presentasi digital membantu siswa lebih percaya diri dan memudahkan audiens memahami materi.
“Langkah pembelajaran sudah mengintegrasikan aplikasi digital sederhana sehingga lingkungan belajar menjadi lebih menarik dan sesuai kebutuhan zaman.”
�� Contoh Komentar Perbaikan pemanfaatan digital
“Pemanfaatan digital sudah terlihat, namun sebaiknya ditambah variasi aplikasi agar siswa bisa mengeksplorasi lebih banyak pilihan media.”
“Akan lebih efektif jika guru memberi panduan teknis singkat sebelum siswa menggunakan aplikasi digital, agar waktu belajar tidak banyak terbuang.”
“Pemanfaatan digital sebaiknya tidak hanya untuk produk akhir, tapi juga dalam proses, misalnya brainstorming ide lewat Google Form atau Padlet.”
Contoh Komentar Positif MEMULIAKAN
“Guru membuka pembelajaran dengan menyapa dan menanyakan kabar siswa. Hal ini menunjukkan adanya sikap saling menghargai yang membangun suasana kelas lebih hangat.”
“Saat presentasi, siswa lain mendengarkan dengan baik dan memberi tepuk tangan di akhir. Ini bukti lingkungan belajar sudah memfasilitasi tindakan saling memuliakan antar siswa.”
“Guru memberi kesempatan semua siswa untuk berbicara tanpa memotong, sehingga setiap murid merasa dihargai.”
�� Contoh Komentar Perbaikan
“Beberapa siswa masih terlihat kurang menghargai saat teman berbicara. Guru bisa menegaskan aturan kelas tentang sikap saling menghormati.”
“Akan lebih baik jika guru memberi apresiasi verbal (misalnya ‘bagus sekali idemu’) agar siswa lebih merasa dihargai.”
“Interaksi guru–murid sudah baik, namun perlu lebih banyak ruang untuk siswa memberikan apresiasi balik kepada guru, misalnya melalui refleksi atau umpan balik.”
Contoh Komentar Positif Memahami
“Siswa sudah mampu menjelaskan kembali dengan kata-kata sendiri konsep teks promosi yang telah dipelajari. Hal ini menunjukkan pemahaman yang baik.”
“Dalam diskusi, siswa bisa memberi contoh baru tentang iklan produk lokal yang sesuai materi, artinya siswa benar-benar memahami isi pelajaran.”
“Sebagian besar siswa dapat menghubungkan informasi dari teks promosi dengan kehidupan sehari-hari, misalnya saat melihat iklan di media sosial.”
�� Contoh Komentar Perbaikan
“Beberapa siswa masih hanya mengulang teks dari buku tanpa menjelaskan dengan bahasa sendiri. Perlu lebih banyak latihan untuk menunjukkan pemahaman.”
“Pemahaman siswa sudah cukup, namun masih perlu diarahkan agar bisa membedakan antara fakta dan opini dalam teks promosi.”
“Siswa perlu dilatih lebih lanjut agar mampu membandingkan contoh teks promosi yang baik dan kurang baik sebagai bukti pemahaman yang lebih mendalam.”
Contoh Komentar kegiatan Mengaplikasi
Positif
“Siswa mampu menerapkan konsep teks promosi dengan membuat iklan produk lokal yang sesuai struktur dan kaidah bahasa. Ini menunjukkan keterampilan mengaplikasikan sudah baik.”
“Dalam simulasi presentasi bisnis, siswa berhasil menggunakan strategi promosi yang dipelajari sehingga penyampaiannya lebih meyakinkan.”
“Siswa dapat menghubungkan teori dengan praktik, misalnya memanfaatkan aplikasi digital (Canva) untuk mengemas teks promosi menjadi poster yang menarik.”
�� Contoh Komentar Perbaikan
“Beberapa siswa sudah mencoba membuat teks promosi, namun masih belum konsisten menerapkan struktur yang dipelajari.
“Saat praktik presentasi, siswa masih cenderung membaca teks tanpa mengaplikasikan teknik berbicara yang sudah dipelajari.”
“Pemanfaatan media digital sudah dicoba, tetapi siswa perlu lebih diarahkan agar pesan promosi terlihat jelas dan sesuai tujuan.”
Contoh Komentar Merefleksi
Positif
“Siswa mampu mengungkapkan hal baru yang dipelajari hari ini dan menjelaskan bagaimana manfaatnya bagi dirinya.”
“Refleksi yang dituliskan siswa sudah baik karena menyebutkan tantangan yang dialami serta cara mengatasinya.”
“Siswa menunjukkan sikap jujur dalam refleksi, mampu menilai kekuatan dan kelemahannya saat presentasi ide bisnis.”
�� Contoh Komentar Perbaikan
“Refleksi siswa masih sebatas mengulang materi, belum menunjukkan kesadaran pribadi tentang proses belajar.”
“Siswa sudah menuliskan apa yang disukai dari pembelajaran, tetapi belum menjelaskan apa yang perlu ditingkatkan untuk pertemuan berikutnya.”
“Perlu dibimbing agar refleksi siswa tidak hanya berupa catatan singkat, melainkan juga berisi rencana perbaikan diri.”
Contoh komentar Prinsip pembelajaran mendalam
1. Berkesadaran
Siswa terlihat menyadari apa tujuan pembelajaran hari ini, sehingga mereka lebih fokus dan bertanggung jawab terhadap proses belajar.”
“Guru sudah membantu siswa memahami mengapa materi ini penting untuk kehidupan mereka, sehingga pembelajaran berlangsung dengan kesadaran penuh.”
�� 2. Bermakna
“Pembelajaran menjadi bermakna karena siswa dapat mengaitkan materi promosi produk lokal dengan pengalaman sehari-hari dan lingkungan sekitar.”
“Aktivitas proyek yang dilakukan membuat siswa memahami manfaat langsung dari apa yang dipelajari, tidak hanya sekadar teori.”
�� 3. Menggembirakan
“Suasana belajar terasa menyenangkan, siswa tampak antusias saat menggunakan media digital untuk membuat poster.”
“Kegiatan presentasi ide bisnis dilakukan dengan cara kreatif sehingga siswa merasa senang, tidak terbebani.”
Contoh Komentar Positif asesmen
“Guru sudah melakukan asesmen formatif di tengah pembelajaran melalui pertanyaan reflektif, sehingga dapat memantau pemahaman siswa secara langsung.”
“Asesmen yang diberikan bervariasi, mulai dari lisan, tulisan, hingga produk proyek, sehingga kemampuan siswa dapat terukur secara menyeluruh.”
“Guru memberikan umpan balik setelah asesmen, hal ini membantu siswa mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam proses belajarnya.”
�� Contoh Komentar Perbaikan
“Asesmen sudah dilakukan, namun umpan balik yang diberikan masih umum. Perlu lebih spesifik agar siswa tahu bagian mana yang harus diperbaiki.”
“Instrumen asesmen sudah baik, tetapi sebaiknya ditambah rubrik penilaian agar penilaian lebih transparan dan terarah.”
“Asesmen sudah mencakup hasil akhir, akan lebih baik jika juga ditambahkan asesmen proses untuk melihat keterlibatan siswa sejak awal.”
Contoh komentar deskripsi detail tingkat partisipasi siswa
Partisipasi Sangat Tinggi
“Siswa menunjukkan keterlibatan penuh dalam seluruh rangkaian pembelajaran. Ia aktif bertanya, menanggapi pendapat teman, serta berinisiatif memimpin diskusi kelompok. Siswa juga konsisten menyelesaikan tugas tepat waktu dan membantu teman yang mengalami kesulitan.”
�� Partisipasi Tinggi
“Siswa cukup aktif dalam kegiatan belajar, sering mengajukan pertanyaan yang relevan, serta berani menyampaikan ide ketika diminta. Dalam kerja kelompok, siswa berperan aktif meskipun belum selalu memimpin. Ia menunjukkan antusiasme yang baik dalam menyelesaikan tugas.”
�� Partisipasi Sedang
“Siswa mengikuti pembelajaran dengan baik, namun keterlibatannya masih terbatas. Sesekali menjawab pertanyaan atau berdiskusi dengan kelompok, tetapi belum konsisten. Siswa cenderung menunggu arahan guru sebelum berpartisipasi lebih lanjut.”
�� Partisipasi Rendah
“Siswa hadir dan mengikuti pembelajaran, tetapi jarang terlibat aktif dalam diskusi. Ia lebih banyak diam dan hanya berpartisipasi jika ditunjuk langsung oleh guru. Kontribusi dalam kerja kelompok masih minimal sehingga perlu dorongan motivasi lebih lanjut.”
�� Partisipasi Sangat Rendah
“Siswa kurang menunjukkan keterlibatan dalam proses pembelajaran. Tidak mengajukan pertanyaan, jarang menjawab, dan hampir tidak berkontribusi dalam kerja kelompok. Siswa tampak pasif dan membutuhkan bimbingan khusus untuk meningkatkan partisipasinya.”
Contoh komentar deskripsi detail tingkat pemahaman siswa
Pemahaman Sangat Baik
“Siswa menunjukkan pemahaman yang sangat baik terhadap materi. Ia mampu menjelaskan kembali konsep dengan bahasanya sendiri, memberikan contoh konkret, serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Siswa juga dapat menjawab pertanyaan tingkat tinggi dengan tepat.”
�� Pemahaman Baik
“Siswa sudah memahami sebagian besar materi yang diajarkan. Ia mampu menjawab pertanyaan langsung dengan benar dan bisa mengerjakan tugas dengan baik, meskipun terkadang masih membutuhkan arahan tambahan dari guru.”
�� Pemahaman Cukup
“Siswa memahami materi pada level dasar. Ia mampu menjawab pertanyaan sederhana, tetapi masih kesulitan saat diminta memberikan penjelasan lebih mendalam atau mengerjakan soal yang membutuhkan penalaran.”
�� Pemahaman Kurang
“Siswa masih kesulitan memahami materi. Ia hanya bisa mengulang informasi yang diberikan guru tanpa benar-benar memahaminya. Saat mengerjakan soal, siswa sering melakukan kesalahan dasar dan membutuhkan bimbingan intensif.”
�� Pemahaman Sangat Kurang
“Siswa belum menunjukkan pemahaman yang memadai terhadap materi. Ia tampak kebingungan saat mengikuti penjelasan, tidak mampu mengerjakan tugas meskipun sederhana, serta belum bisa menjawab pertanyaan meski sudah dibimbing.”
Tindak Lanjut untuk Siswa dengan Pemahaman/Pencapaian Baik
“Siswa sudah menunjukkan pemahaman yang baik, untuk perbaikan ke depan diharapkan dapat terus mengasah kemampuan berpikir kritis dengan memperdalam analisis dan memberikan lebih banyak contoh nyata.”
“Untuk pembelajaran berikutnya, siswa dapat ditantang dengan tugas yang lebih kompleks agar kemampuan berpikir tingkat tinggi semakin berkembang.”
�� Tindak Lanjut untuk Siswa dengan Pemahaman/Pencapaian Cukup
“Siswa sudah memahami materi dasar, namun masih perlu latihan tambahan agar lebih lancar dalam mengaplikasikan konsep. Untuk pertemuan berikutnya, disarankan lebih aktif bertanya ketika ada bagian yang belum jelas.”
“Untuk meningkatkan pemahaman, siswa perlu lebih banyak berlatih mengerjakan soal kontekstual dan berdiskusi dalam kelompok kecil.”
�� Tindak Lanjut untuk Siswa dengan Pemahaman/Pencapaian Kurang
“Siswa masih kesulitan memahami konsep utama. Perlu bimbingan lanjutan secara bertahap, dimulai dari latihan soal sederhana, sebelum ke tingkat lebih sulit. Guru dapat memberikan pendampingan tambahan.”
“Untuk perbaikan ke depan, siswa diharapkan lebih aktif membaca ulang materi dan mencoba membuat rangkuman sederhana agar lebih mudah dipahami.”
Partisipasi Tinggi
·
“Siswa sangat aktif dalam berdiskusi, selalu mengajukan pertanyaan kritis, serta berani mengemukakan pendapat di depan kelas.”
·
·
“Siswa menunjukkan antusiasme tinggi, berpartisipasi penuh dalam setiap kegiatan, dan mampu memotivasi teman sekelompoknya.”
·
�� Partisipasi Sedang
·
“Siswa cukup terlibat dalam kegiatan, sesekali mengajukan pertanyaan dan memberikan tanggapan, namun masih perlu didorong agar lebih konsisten berpartisipasi.”
·
·
“Siswa mengikuti instruksi dengan baik dan terlibat dalam kelompok, meski kontribusinya belum terlalu dominan.”
·
�� Partisipasi Rendah
·
“Siswa cenderung pasif selama pembelajaran, jarang mengemukakan pendapat dan hanya terlibat ketika diminta oleh guru.”
·
·
“Partisipasi siswa masih terbatas, perlu motivasi lebih agar berani berbicara dan lebih aktif dalam kerja kelompok.”
·
Comments
Post a Comment