BELAJAR MENULIS PUISI AKROSTIK

    Malam Yang Bijaksana

Minggu berganti minggu terus saja dia kunanti

Aku lebih memilih diam daripada harus mengunggah status

Lama kunantikan akhirnya dia pun datang

Aku terkejut dia sudah ada  di depanku

Mengangguk dengan senyuman khasnya 


Yakinkan aku bahwa dialah yang dinanti

Aku tak bisa berkata-kata lewat bibirku 

Namun dalam hati aku sangat girang

Girang dengan kedatangannya


Belum lama dia yang lain juga datang padaku

Inginku berlari meninggalkan dia 

Jangankan berbicara bergerakpun aku tak mampu

Aku mencoba mencairkan suasana

Kalender di depanku kujadikan alasan

Sudah berapa lama kau tinggalkanku

Aneh dia tak menanggapi kalender itu

Namaku sudah tertera di cincin itu

Ayo segera pakai cincin itu pada jari manismu katanya



Comments

Popular posts from this blog