Pertemuan ke-23
Indi, Solusi Tepat Menerbitkan Buku dengan Mudah
Langkah apa yang kita lakukan setelah karya kita selesai kita tuangkan dalam draft buku? Tentu saja PENERBIT.
Apakah itu penerbit mayor? Penerbit Mayor lebih selektif dalam memilih karya yang akan dicetak. Tidak usah risau masih ada penerbit INDI yang akan membantu mewujudkan mimpi kita memiliki buku solo sendiri. Bagaimana caranya? Dimana harus menghubungi penerbit Indie, berapa biayanya? Eitss simpan dulu tanyamu kawan. Tumpahkan semua kegalauanmu menerbitkan buku di kelas KBMN nanti malam.
Itulah promosi pertemuan malam ini. Betul Sahabat, kita sudah hampir finis dalam menyelesaikan kegiatan Belajar Menulis ini. Ujungnya pada pemilihan penerbit. Penerbit apa yang kira-kira akan dipakai nanti. Inilah tema pertemuan ke-23 ini dengan materi Menerbitkan buku semakin mudah di penerbit Indi dengan moderator Nur Dwi Yanti, biasa dipanggil Ibu NDY. Materi disampaikan oleh narasumber Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd.
Apa itu penerbit Indi.
Bagi penulis pemula tentu penerbit indie menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri. Memang kalau di penerbit indie, kita perlu keluar biaya-biaya untuk mendapat fasilitas penerbitan, atau jika ingin cetak ulang. Tapi itu memang konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi, sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapat fasilitas penerbitan yang memuaskan.
Berikut adalah contoh buku Solo milik narasumber.
Penerbit Indie ada banyak. Kita bisa memilih penerbit berdasarkan selera/kondisi masing-masing.
Tips yang perlu diperhatikan dalam menentukan penerbit indie
● Biaya penerbitan
● Fasilitas penerbitan yang di dapat penulis
● Batas maksimal jumlah halaman
● Ketentuan dan Biaya cetak ulang
● Apakah dapat Master PDF
● Jumlah buku yang didapat penulis
Alasan narasumber membantu menghubungkan peserta ke penerbit indie
Kita tidak perlu merasa sendirian dalam menerbitkan buku solo. "Ada saya yang mendampingi dan menjawab berbagai pertanyaan seputar proses penerbitan. Sehingga bapak/ibu merasa tenang bahwa buku pasti akan terbit" kata narasumber. Dulu, saat itu (Juli 2020), saya sering juga mendapat cerita kasus hambatan yang dialami peserta KBMN dalam menerbitkan buku.
Hambatan-hambatan
- biaya mahal
- biaya murah bahkan gratis diawal, namun jadi mahal akhirnya
- ketidakjelasan nasib naskah setelah berbulan-bulan
- ketentuan berubah2 tidak sesuai dengan di awal.
- ada ketentuan yang tidak disampaikan di awal
"Melihat kasus-kasus tersebut maka saya membantu Bapak/Ibu memilihkan penerbit yang sudah terpercaya dengan harga terjangkau dan mengawal sampai naskah terbit menjadi buku. Tadi di awal bapak/ibu sudah membaca penerbit yang sudah saya pilihkan.Biaya 400.000 saja. Penulis dapat 2 buku" jelas Pak Brian.
Daya tarik penerbit Indi
1. Biaya terjangkau, tidak perlu sampai jutaan rupiah
2. jumlah maksimal halaman sangat banyak yaitu 280 halaman A5. Jadi bapak/ibu tidak kena biaya tambahan halaman walaupun bukunya setebal 280 halaman A5.
3. Penerbit ini menjualkan buku terbitannya di tokopedia dan shopee
Menerbitkan buku perlu waktu untuk proses terbit. Tidak seperti fotokopi sehari jadi. Jadi jangan minta ada deadline kapan buku harus terbit. Misalkan karena untuk kenaikan pangkat, buku diminta agar terbit secepatnya.Silakan bapak/ibu perhitungkan waktu proses penerbitan sampai 3 bulan jika ISBN, Karena ISBN sekarang prosesnya ketat.
Sesi Tanya Jawab
P1
Imro'atus Sholihah_Jombang
Apa yang membedakan antara penerbit Indie, Self Publishing, dan Mayor?
Sebenarnya bisa dilihat dari ciri-ciri penerbit Indie. Penerbit mayor kebalikannya penerbit indie
Sebagai contoh: penerbit indie tidak memasarkan buku terbitannya ke toko buku. Penerbit mayor memasarkan buku ke toko buku
P2
Rosjida Ambawani - Ciamis
1. Apa syarat naskah memperoleh ISBN?
2. Bolehkah buku solo berasal dari resume 20 pertemuan saja?
3. Untuk buku solo yg berasal dari resume tentunya judul resume beda-beda jadi apa perlu dikelompokkan dulu berdasar yang dekat tema materinya? Dan semua gambar, dll yg ada di setiap resume dimasukkan ke template?
Makasih.
3 ni penting tentang naskah yang lolos dapat ISBN
Harus kita sadari bahwa naskah yang dapat ISBN adalah naskah yang tujuannya diedarkan secara luas
Bukan untuk intern suatu instansi/lembaga
Jadi jangan cantumkan nama sekolah atau nama pelatiham
Boleh
3. Ini silakan keputusan bapak/ibu masing-masing. Bisa dikelompokkan berdasarkan jenis tema, bisa juga tidak usah dikelompokkan
Untuk gambar sebaiknya dipilah yang penting saja. Karena kalau di penerbit saya, maksimal cantumkan 10 gambar saja
P3
Assalamu'alaikum, HR. Utami_Semarang
Mohon penjelasan pada Om Brian, apa maksud mudah dan tanpa revisi, pasti terbit? 1. Apakah berarti tulisan kita tidak melalui proses editing atau profreading? 2. Apkah ini yang dimaksud, mengapa Perpusnas menghambat pemberian ISBN, karena mencetaknya cuma sedikit (boleh dikatakan tidak dipublikasikan? 3. Seandainya seperti saya butuhnya bukan hanya 4 (2 utk saya, 2 untuk Perpusnas), tetapi juga akan saya pasarkan pada Mhs. saya, wong memang buku teori? Bagaimana prosedrnya, bayar putus (hanya mencetak sesuai kebutuhan. atau royalti, seandainya itu bisa terus tiap tahun? Terima kasih.
1. Tulisan tetap melalui editing penerbit, tapi edit ringan saja tidak mendalam. Artinya yang diedit adalah hal-hal yang sangat terlihat secara sekilas.
2. Harus diakui, betul begitu. Maka kita harus posisikan naskah akan diedarkan secara luas.
3. Mencetak sesuai kebutuhan. Biaya cetak ibu yang bayar. Silakan ibu tentukan sendiri harga jualnya
P4
Selamat malam bu, saya Firman Wahono dari SMPN 4 Ambarawa
Izin bertanya, apakah dalam penulisan indie ini, terdapat tim yang jadi editor untuk mengkoreksi naskah kita atau begitu naskah penulis diserahkan ke penerbit indie langsung cetak? Terima kasih
Ada yang mengkoreksi. Tapi seperti yang saya bilang tadi, hanya mengkoreksi kesalahan yang sangat terlihat.
yang paling sering adalah mengkoreksi agar bisa lolos ISBN
P5
Selamat malam Om Brian. bagaimana cara jika ingin menerbitkan buku ber-ISBN ntuk cum naik pangkat, tapi dengar2 sekarang sangat sulit mendapatkan ISBN dari perpusnas. Terimakasih. Denny, Sekolah Mitra Kasih, Banjarmasin
Betul pak. Sekarang ini tidak semua naskah bisa ISBN. Kuncinya, jangan cantumkan nama lembaga. Termasuk di kata pengantarnya. Posisikan naskah sebagai naskah komersil yang akan diedarkan luas ke masyarakat
P7
Saya Candra dari Jakarta
Izin bertanya
1. Untuk penerbit indi yang bang Brian punya itu , pembayaran setelah buku di cetak atau sebelum buku di cetak
2. adakah standar yg di minta oleh penerbit indi itu sendiri kaya cover dan gambar
1. nah ini penting. Biaya penerbitan 400.000 dibayar diawal bersamaan dengan pengiriman naskah. Ongkir dan jika ada biaya tambahan, ditransfer setelah proses layout
2. Jika ingin menampilkan foto diri di cover, file fotonya harus yang asli dari jepretan kamera, biasanya ukurannya lebih dari 1 mb. Jangan pakai foto hasil share WA. itu saja
Nurmiati dari Temanggung Jawa Tengah
Ijin bertanya Pak Ian
Jadi untuk proses penerbitan buku solo melalui kegiatan KBMN ini adalah
1. Membuat draft buku siap cetak
2. Meminta mentor sebagai editor buku atau konsultasi selama pembuatan draft buku
3. Menghubungi Pak Ian atau penerbit pilihan untuk membuat kesepakatan2 dalam penerbitan buku
4. Menunggu sampai buku sudah cetak
5. Melaporkan kepada TSO atas penerbitan buku solo peserta
6. Lulus KBMN
Apakah benar langkahnya seperti itu? Mohon maaf ini baru pertama kali mau menerbitkan buku soalnya. Terimakasih atas jawabannya . Menyusun naskah sebaiknya langsung di file word dengan format yang ditentukan penerbit. Maka sebaiknya yang paling pertama adalah menghubungi penerbit dahulu.
untuk langkah no 5, melaporkan buku terbit dengan cara isi form bukti buku terbit
ya bisa... tidak apa-apa. Yang penting tulisannya bukan full copas materi narasumber, tapi menuliskan kembali materi narasumber dengan gaya menulis masing-masing
Assalamualaikum Pak Brian, Saya Eka Yulia dari Kab. Seruyan, Kalteng.
Titip pertanyaan untuk Pak Brian.
1. Apakah ketika kita menerbitkan buku dengan penerbit indie yang Pak Brian maksudkan di MOU nya ada poin yang menyatakan kita terikat kontrak sekian tahun dengan penerbit tersebut?
(Kebetulan Saya sedang terikat kontrak 6 tahun untuk naskah yg berbentuk novel dg salah satu penerbit indie)
2. Apakan penulis hanya menyerahkan naskah saja (Kata pengantar, prakata, daftar isi, bionarasi).selebihnya oleh penerbit?
Sebagai tambahan info, saya dulu masuk ke penerbit lewat jalur seleksi.
Terimakasih.
1. kalau di saya tidak ada ikatan kontrak
2. Kelengkapan naskah ( prakata, daftar isi, profil penulis) oleh penulis juga
P17
Selamat Malam, saya Maria Ulfa, dari Lombok. Izin bertanya:
1. Terima kasih sudah memberi info ttg penerbit buku.
2. Apa fungsi kelompok2 yg telah dibagi bbrp waktu lalu. Misal saya kebagian Koko Sim, dst, dst.
3. Mohon diberi gambaran, dari resume kita yg berjumlah 30 itu lgsg kita serahkan ke penerbit ataukah masih perlu diutak atik lagi. Terima kasih
2. mentor mengomentari resume dan memastikan bapak/ibu untuk sampai ke 30 resume dan sampai menerbitkan buku
3. silakan dibaca ulang dulu (proofreading) siapa tahu ada salah ketik jadi bisa kita perbaiki (self editing)
baru setelah itu kirim ke penerbit
enutup dari saya, jangan ragu terbitkan tulisan anda menjadi buku. Penerbit indie menerima semua jenis naskah.
Untuk memilih penerbit indie, silakan pahami dulu ketentuan dari penerbit, jangan sampai ditengah2 ada salah paham atau hambatan. Bagaimana Sahabat, sudahkah kita punya gambaran?
Comments
Post a Comment