Pertemuan ke-13
Menulis Pantun itu Mudah, Yuk Mengenal Kaidahnya
Jalan-jalan ke pasar Tanjung
Jangan lupa beli minyak zaitun
Mari kita bergabung
Untuk mendengarkan Pak Miftah berpantun
Bismillahirrahmanirrahiim, alhamdulillah Sahabat kita sudah hampir 50 persen mengikuti kegiatan KBMN 28 ini ya, tak terasa karena belajar menulis ini adalah belajar yang mengasyikkan. Gima denganmu, Sahabatku, apakah mersakan hal yang sama seperti diriku? Hari ini adalah pertemuan yang ketiga belas kalinya. Semoga Sahabat dikaruniai kesehatan dan berkah oleh allah, Tuhan Ynag Maha Esa.
Malam ini kita ditemanai oleh dua Bapak-bapak yang jago berpantun. Pak Dail Ma'ruf, M.Pd selaku moderator dan Bapak Miftahul Hadi, S,Pd sebagai narasumbernya. Tema belajar kita adalah Kaidah Pantun. "Selamat malam bapak Ibu semua, semoga dalam keadaan sehat dan bahagia, iijinkan Saya Dail Ma'ruf yang kadang dipanggil Damar menemani Narasumber dan bapak Ibu pada materi ke-13.Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, dan kita hampir separuh dari materi KBMN 28 telah kita ikuti. Semoga dari 950-an peserta yang rutin membuat resume tetap masih di atas 200 orang" sapa Pak Damar, moderator serba bisa ini. sehingga yang 200 itu kami doakan dan harapkan untuk lulus tepat waktu saat Closing ceremony atau beberapa pekan setelahnya" tambahnya. Aamiin.
Materi malam ini memang materi menarik. Materi yang membuat orang menjadi sangat tertarik dan membahagiakan, yaitu kaidah pantun. Narasumber membuka dengan berpantun.
Bunga sekuntum tumbuh di taman,
Daun salam elok mahkota,
Assalamualaikum saya ucapkan,
Sebagai salam pembuka kata.
Kemudian dibalas oleh Pak Damar
Pantun dibalas
Menanam padi di musim hujan
Padi ditanam berharap panen
Mari belajar beang mas hadi kawan
Semoga semuanya berkenan
Ucapan terima kasih narasumber kepada Onjay yang telah memberikan kesempatan kepadanya untuk berbagi praktik baik di KBMN PGRI gelombang 28.
Kalau tuan ke pulau Mempar,
Batu terbelah di gunung Daik,
Kalau tuan bertanya kabar,
Alhamdulillah kabar baik.
"Bocoran tentang peserta KBMN 28 nih Mas Mif --- ada 950-an dan yang semangat buat resume lebih dari 200 .Terus kami yang ada di TSO atau Tim Solid Om Jay Kagum dengan resume mereka yang bagus BANGET" kata moderator. Kemudian narsum mengungkap tentang asal kelahiran juga dengan pantun.
Perkenalan narsum Banjir kanal jembatan patah,
Rimbun semak di pinggir kali,
Salam kenal saya mas Miftah,
Dari Demak berjuluk kota wali.
Apa yang terlintas di benak kita jika mendengar kata Pantun? Ya, pantun kata orang Sunda adalah paparikan (Suseno, 2006). Di Jawa lain lagi, istilah pantun ini sama dengan istilah parikan (Suseno, 2006).
Jika tuan mencari paku,
Petiklah daun sidulang-dulang,
Jika tuan rindukan daku,
Pandanglah sang bulan purnama.
Ibu Helwiyah, yang juga pandai berpantun menjawab dengan pantun juga.
Beli kain si kain katun,
Dengan renda kain di tatah,
Jika ingin pandai berpantun,
Belajarlah pada mas Miftah
Kabeh-kabeh Gelung konde,
Kang Endi kang Gelung Jawa,
Kabeh-kabeh ana kang duwe,
Kang Endi kang durung ana.
Semua bergelung konde,
Manakah si Gelung Jawa,
Semua sudah ada yang punya,
Siapakah yang belum punya.
Pantun sudah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak benda pada sesi ke-15 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Kantor Pusat UNESCO di Paris, Prancis (17/12/2020).
Pada hakikatnya, sebagian besar kesusastraan tradisional Indonesia membentuk pondasi dasar pertunjukan genre campuran yang kompleks, seperti "randai" dari Minangkabau wilayah Sumatra Barat, yang mencampurkan antara seni musik, seni tarian, seni drama, dan seni bela diri dalam perpaduan seremonial yang spektakuler.
Dari berbagai macam pantun dari tiap daerah, berikut terdapat definisi pantun. Pantun menurut Renward Branstetter (Suseno, 2006; Setyadiharja, 2018; Setyadiharja, 2020) berasal dari kata “Pan” yang merujuk pada sifat sopan. Dan kata “Tun” yang merujuk pada sifat santun. Kata “Tun” dapat diartikan juga sebagai pepatah dan peribahasa (Hussain, 2019). Pantun berasal dari akar kata “TUN” yang bermakna “baris” atau “deret”. Asal kata Pantun dalam masyarakat Melayu-Minangkabau diartikan sebagai “Panutun”, oleh masyarakat Riau disebut dengan “Tunjuk Ajar” yang berkaitan dengan etika (Mu’jizah, 2019).
Sering ya, kita mendengar dan membaca pantun yang diawali kata jalan-jalan. Hehe...Pak Dail, aku juga loh..sering kayak gitu. "Apa tidak capek ya tadz??.. Heheh😁Ngopi-ngopi atau ngeteh-ngeteh gitu ya tadz.
Apa saja kaidah pantun itu
Kegunaan pantun itu ternyata banyak sekali. Selain untuk komunikasi sehari-hari pada zaman dahulu. Pantun bisa juga digunakan untuk mengawali sambutan pidato. Bisa juga untuk lirik lagu, perkenalan, ataupun dakwah bisa juga disisipi pantun.
Selain itu pantun juga melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar.
Kaidah Pantun
1. bait pantun terdiri atas empat baris. 2 Lalu, satu baris itu idealnya terdiri atas empat sampai lima kata. 3. satu baris pantun terdiri atas delapan sampai dua belas suku kata. 4. sajak abab
Baris pertama dan kedua disebut sampiran. Baris ketiga dan keempat disebut isi. Pantun yang baik, memiliki sajak a-b-a-b. Apakah boleh pantun menggunakan sajak a-a-a-a?? Boleh saja, namun akan mengurangi keindahan pantun itu sendiri. Mas, kadang saya pernah membaca pantun hanya dua baris, disebut apa itu?? Pantun dua baris disebut juga karmina atau pantun kilat. Contoh
Sudah gaharu Cendana pula,
Sudah tahu bertanya pula.
Syair, hampir sama seperti pantun. Terdiri atas empat baris. Memiliki sajak a-a-a-a. Baris satu sampai empat memiliki hubungan/saling berkaitan. Yang membedakan pantun dan syair dari apanya Mas Mif
Contoh syair
contoh syair Inilah kisah bermula kawan
Tentang negeri elok rupawan
Menjadi rebutan haparan jajahan
Hidup mati pahlawan memperjuangkan
Engkau telah mafhum kawan
Penggenggam bambu runcing ditangan
Pemeluk tetes darah penghabisan
Syahdan, Tuhan karuniai kemerdekaan
Ini Contoh Gurindam:
Gurindam hanya terdiri atas dua baris. Memiliki sajak a-a. Baris pertama dan kedua saling berhubungan. contohnya
Jika rajin salat sedekah,
Allah akan tambahkan berkah
Karmina, terdiri atas dua baris. Baris pertama dan kedua tidak ada hubungannya.
Kalau peserta semuanya fokus,
Niscaya semua pasti akan lulus
(Aam nurhasanah)
Ternyata Bu Aam adalah mentor dari narsum kita. "Narsum yang serab bisa. aku menyebut dengan kompor, Mas" kata Pak Dail. Inilah hasil tulisan orang-orang hebat ini.
Jika membuat pantun, susunlah baris ketiga dan keempat terlebih dahulu. Baru yang terakhir, susun baris pertama dan kedua.
Contoh:
Bena lu
Ba ta
Sela lu
Ki ta
indah dan tertata
Ini yang disebut Rima akhir.
Hanya akhir baris yang sama bunyinya.
Ini tingkatan pantun yang paling mudah.
Kemudian yang kedua
Rima tengah dan akhir
Susun sejajar bungalah bakung,
Terbang menepi si burung elang,
Merdeka belajar marilah dukung,
Wujud mimpi Indonesia cemerlang.
Rima tengah dan akhir.
Lihat kata kedua dan kata terakhir.
Baris pertama dan ketiga
Seja jar dan ba kung
Bela jar dan Du kung
Baris kedua dan keempat
Mene Pi dan e Lang
Mim Pi dan cemer lang
cakep nih --- mas Mentri senang
Ini tingkatan yang mudah, jika dilatih terus menerus 😁
Rima awal, tengah dan akhir
Jangan dipetik si daun sirih,
Jika tidak dengan gagangnya,
Jangan diusik orang berkasih,
Jika tidak dengan sayangnya.
Ini persajakan yang ketiga
luar biasa ya --- kaidah pantun jika diikuti bisa bikin karya pantun yang indah
Rima awal, tengah dan akhir. Baris pertama dan ketiga
Ja ngan dipe tik si daun sirih,
Ja ngan diu Sik orang berka sih,
Baris kedua dan keempat
Ji ka ti dak dengan gagang nya,
Ju ka ti dak dengan sayang nya.
Silakan Buat pantun dengan tema gambar ini
Durian dimakan aduh lezatnya
Merdeka Belajar banyak sambutan
Siswa pintar itulah hasilnya
Bagaimana sahabat, ternyata menulis pantun sekarang menjadi lebih mudah, ya.
Comments
Post a Comment