Belajar Menang Tanpa Mengalahkan Bel berbunyi menandakan jam pelajaran terakhir telah usai. Namun, wajah beberapa siswa kelas X 7 justru tampak tegang. Mereka berkumpul di sudut kelas, membicarakan satu hal: jadwal presentasi proyek akhir yang bertepatan dengan persiapan lomba debat tingkat kabupaten. “Kalau presentasi tetap hari Jumat, kita tidak sempat latihan debat,” keluh Raka. “Namun kalau ditunda, kelompok lain bisa protes. Mereka juga punya kegiatan,” sahut Dinda. Akhirnya, mereka sepakat mengutus Nadia , ketua kelas yang dikenal tenang dan bijak, untuk berbicara dengan Bu Ratna, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Keesokan harinya, Nadia menemui Bu Ratna di ruang guru. “Bu, kami ingin menyampaikan sebuah usulan,” kata Nadia dengan sopan. “Silakan, Nadia. Apa yang ingin kamu sampaikan?” jawab Bu Ratna. Nadia menjelaskan kondisi kelasnya dengan jelas dan jujur. Ia tidak menyalahkan siapa pun, hanya memaparkan fakta: jadwal yang berbenturan, kesia...
Posts
- Get link
- X
- Other Apps
CERPEN Pasangan Adat Setiap tahun sekolahku selalu mengadakan berbagai acara peringatan hari nasional. Entah kenapa hampir setiap kali ada kegiatan seperti itu, guru-guru selalu memasangkan aku dengan Pasangan Adat Setiap tahun, sekolah kami selalu mengadakan berbagai acara peringatan hari nasional. Entah kenapa, hampir setiap kali ada kegiatan seperti itu, guru-guru selalu memasangkan aku dengan Raka. Mulai dari upacara 17 Agustus, Hari Kartini, sampai peringatan Sumpah Pemuda — kami selalu jadi “pasangan adat” yang berdiri di depan lapangan. Awalnya aku tidak terlalu suka. Kebaya yang kupakai selalu terasa panas, konde di rambut membuat kepala pegal, dan Raka pun terlihat malas memakai beskap dan blangkon. Kami sering saling menggerutu sebelum acara dimulai, tapi anehnya, kami selalu kompak saat tampil di depan. Tahun ini, kami kembali dipilih untuk mewakili kelas. Kali ini bukan hanya mengenakan pakaian adat, tapi juga membacakan te...
- Get link
- X
- Other Apps
TKA BAHASA INDONESIA Teks untuk soal nomor 1 s.d. 4 Lautan mengalami ancaman pemanasan dan menjadi semakin asam karena kita terus memompa lebih banyak CO 2 ke atmosfer. Selain itu, lautan juga menghadapi ancaman lain dari manusia, yakni penggunaan plastik. Kehidupan modern saat ini didominasi oleh kemasan makanan berbahan plastik yang diolah dengan teknologi tinggi dan digunakan setiap hari oleh masyarakat. Dalam sebuah laporan telah disebutkan bahwa pada tahun 2050 sampah plastik di laut akan lebih banyak daripada jumlah ikan apabila kecenderungan ini terus berlanjut. Hal tersebut merupakan sebuah ancaman besar. Dibutuhkan tindakan skala besar untuk berpindah dari kecenderungan tersebut mengingat banyak pihak yang terlibat dalam bidang pekerjaan ini. Masyarakat sektor swasta dan masyarakat sipil perlu mobilisasi untuk menangkap peluang ekonomi lain di luar dari pengelolaan plastik. Solusi tersebut tidak mudah. Fakta bahwa harga minyak yang rendah mengakibatkan biaya yang d...